Web Performance 101: Core Web Vitals yang Wajib Developer Pahami
Kenapa Core Web Vitals Penting?
Sejak 2021, Google menggunakan Core Web Vitals sebagai salah satu faktor ranking. Tapi lebih dari sekedar SEO — metrik ini mencerminkan pengalaman nyata pengguna. Website yang buruk di CWV adalah website yang terasa lambat dan menjengkelkan.
1. LCP — Largest Contentful Paint
Apa ini? Waktu yang dibutuhkan untuk merender elemen konten terbesar di viewport (biasanya hero image atau heading utama).
Target: < 2.5 detik.
Cara improve:
- Preload hero image:
<link rel="preload" as="image" href="/hero.webp"> - Gunakan format WebP atau AVIF.
- Sediakan server response yang cepat (TTFB < 200ms).
2. CLS — Cumulative Layout Shift
Apa ini? Mengukur seberapa sering elemen halaman bergeser secara tak terduga saat loading (misalnya teks tiba-tiba turun karena gambar di atasnya baru dimuat).
Target: < 0.1.
Cara improve:
- Selalu set atribut
widthdanheightdi tag<img>. - Hindari menyisipkan konten di atas konten yang sudah ada (misalnya banner iklan yang muncul tiba-tiba).
3. INP — Interaction to Next Paint
Apa ini? Menggantikan FID sejak Maret 2024. Mengukur responsivitas UI terhadap interaksi pengguna secara menyeluruh — bukan hanya interaksi pertama.
Target: < 200ms.
Cara improve:
- Hindari long task JavaScript (>50ms). Pecah menjadi chunk kecil dengan
setTimeoutatauscheduler.yield(). - Defer non-critical JS.
Tool untuk Mengukur
- PageSpeed Insights — data lapangan (real user) + lab.
- Chrome DevTools Performance panel — untuk debug detail.
- web-vitals npm package — ukur di aplikasi sendiri secara programatik.